Awalnya tak ada yang istimewa, hanya diriku yang berduduk santai menatap sebuah benda kubus didepanku. Benda itu begitu aneh, berbentuk kubus dengan banyak tombol disisi bawahnya... oh... ternyata televisi.. ya... nama benda aneh itu televisi....
Hampir seharian kuhabiskan waktuku di depan box aneh itu, tak ada sedikitpun difikiranku tuk menoleh ke benda berbentuk kubus lainnya yang ada dikamarku... benda itu lebih kecil dibandingkan benda aneh sebelumnya.... walapun kecil namun mengandung sejuta makna, sejuta cerita, dan keajaiban lain yang pastinya labih bermanfaat dibandingkan kotak berbicara yang seharian kutatap. Benda dengan sejuta manfaat itu adalah lembaran lembaran yang didalamnya terukir firman Allahsubhanahu wata'ala, yang diturunkan kepada rasulNya Muhammad salallahu 'alaihi wasallah. ya... tepat sekali sobat.. benda itu adalah Al-Qur'an.
Namun... tahukah kau?,sungguh lalainya diriku.... tak sedikitpun ku alihkan pandangan ini dari TV., kotak berbicara itu telah mengunci mataku, hingga hati inipun hampir ikut didalamnya. Hingga mulut ini beberapa kali bergoyang kecil tuk mengikuti lantunan kata tak bermakna yang keluar dari salah satu Channel TV yang kunyalakan, ya... benar.. apa yang kau pikirkan itu benar sobat... aku ikut bernyanyi mengikuti lantunan musik yang keluar dari kotak itu.... tak sedikitpun mulut ini mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, bahkan tuk mangingatNya pun TIDAK.
--------dub-------------
Seketika keadaan beruba drastis.....
Kurasakan getaran yang begitu dahsyat dari bawahku, kuliha benda-benda disekelilingku yang ikut bergoyang dahsyat, dan seketika itupun kotak berbicara itu mati. Aku bingung, Apa ini ? apa yang terjadi?
tiba-tiba tangan ini digenggam dengan keras oleh seorang paman ku yang segera menarikku keluar dari rumah. dengan tergopoh-gopoh akupun mengikuti langkahnya. berusaha secepat mungkin tuk keluar dari rumah. sobat... getaran yang dahsyat itu ternyata gempa yang sedang melanda kampungku.
Takut, cemas, hingga sedih pun melanda perasaanku yang ketika itu kutatap sekelilingku yang begitu berantakan akibat gempa yang getarannya tak kunjung berhenti. kulihat bagian belakang rumahku yang perlahan roboh akibat goncangan dahsyat ini.
Segera kulangkahkan kaki ini, berlari menuju ibuku dan segera memeluknya, kulihat ibuku yang sedang menangis keras dan tak henti-hentinya menyebut namaNya, tak hanya ibuku semua orang disekitarku termasuk dirikupun tak henti-henti berdo'a kepadaNya, tuk meminta pertolongan.
diriku yang tadinya lalai mengingatNya spontan berubah menjadi sosok yang tak henti-henti menyebut namaNya.tahukah kau perasaanku ketika itu sobat???, kacau setengah mati, hingga tak dapat kugambarkan dengan tulisan ini.
Lima belas menit tlah berlalu, goncangan itupun perlahan menghilang, hanya sesekali getaran kecil yang terjadi. Semua orang terduduk lemas karena syok bukan main. tangisku belum juga reda, karena takut dengan kejadian tadi, hingga beberapa teguk air yang kuminum sedikit menenagkan hati ini.
Kami hanya bisa terdiam melihat sekeliling kami yang hancur berantakan, namun kami sangat bersyukur, karena anggota keluarga kami lengkap, tak seorangpun dari kami yang cidera. Tapi, beberapa jam kemudian , kulihat sejumlah kendaraan yang melewati rumahku menuju kuburan yang terletak ditepi gunung sana. ternyata kendaraan itu membawa tubuh-tubuh yang tak bernyawa lagi akibat gempa tadi. Hati ini kembali kacau melihat pemandangan ini.dan.. tahukah kau sobat.. tak jarang kulihat dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor lewat, dimana tangan orang yang duduk dibelakang merangkul erat sosok tubuh yang tak bernyawa lagi dan berbalutkan kain putih. ya... kau betul sobat, orang-orang bersepeda motor tadi adalah pengantar jenazah keluarganya yang tlah dipanggil olehNya.
Sungguh pemandangan yang takkan pernah kulupakan.... sungguh Allah masih memberikan kesempatan kepadaku tuk bertaubat,. Tak kubayangkan tubuh ini ikut terkubur dengan orang-orang tadi... Tak kubayangkan diriku mati dalam keadaan yang sebelumnya lalai dari mengingatNya. tak kubayangkan bagaimana mulut ini menjawab pertanyaan dalam kubur yang menanyakan waktu hidupku yang kuhabiskan hanya tuk menatap kotak berbicara itu.
Sungguh sobat, hati ini sangat takut..... takut akan siksaNya, takut akan azabNya, ...
